Allah Maha Mengatur
Allah yang Maha Mengatur segalanya, hal tersebut yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Mansur dalam Kajian Islam Bulanan Istiqlal (KIBI), Ahad (28/2), di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Bagaimana cara Allah mengatur? ada sebuah kisah tentang seekor anak gagak yang lahir bebeda dengan induknya. Anak gagak ini putih dan tidak berbulu sedangkan induknya berbulu dan berwarna hitam. Akhirnya induk meninggalkan anak gagak itu karena tidak mengakui itu anaknya. Anak gagak yang belum bisa apa-apa ditinggal induknya.
“Siapa yang kasih makan?” tanya Ustadz Yusuf Mansur kepada jamaah yang hadir.
Di sini Allah berkerja, kata dia, Allah memberikan aroma khas yang membuat serangga mendekat ke anak gagak tersebut. “Anak gagak itu tidak perlu susah payah mencari makan dengan fisiknya yang masih lemah karena justru Allah yang datangkan makanannya. Subhanallah,” ungkap Ustadz Yusuf Mansur.
Dalam surat Al-Anbiya dan An-Najm juga dijelaskan jika Allah memerintahkan malaikat untuk membantu hamba Allah yang diridhoi olehNya.
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَ لَا يَشْفَعُوْنَ ۙ اِلَّا لِمَنِ ارْتَضٰى وَهُمْ مِّنْ خَشْيَـتِهٖ مُشْفِقُوْنَ
Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepadaNya. (QS. Al-Anbiya: Ayat 28)
وَكَمْ مِّنْ مَّلَكٍ فِى السَّمٰوٰتِ لَا تُغْنِيْ شَفَاعَتُهُمْ شَيْـئًــا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ اَنْ يَّأْذَنَ اللّٰهُ لِمَنْ يَّشَآءُ وَيَرْضٰى
Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai. (QS. An-Najm: Ayat 26).
“Dahulukan Allah maka malaikat-malaikatNya akan menolong mendahulukan. Allah bisa mengatur hambaNya, percayalah apa yang gak mungkin buat Allah,” ujarnya.
Allah memang Maha mengatur, tapi jangan sampai kita lupa untuk ikhtiar. “Ikhtiar perlu, tapi jangan sampai ngegedein ikhtiar sampai pertemuan dengan Allah berkurang,” katanya mengingatkan.
Ketika kita kerja karena takut miskin, jual rumah untuk pergi haji, itu artinya kita sudah menuhankan pekerjaan, menuhankan rumah.
“Emang ada yang bisa ngasih kekayaan dan kemiskinan selain Allah? Kita rapihin hidup kita. Minta kepada Allah angkat tangannya. Kekuatan doa, diatur oleh Allah jangan kita mengatur. Tugas kita nanti zuhur di mana, wudhu sebelum tidur apa engga,” ujarnya.