“Ketika kita bisa beribadah kepada Allah SWT itulah kekayaan yang sebenarnya”
-Ustadz Yusuf Mansur-

Bertempat di kantor Wisahati Center, Jalan KH. M. Yusuf Raya, Sukmaja, Depok, Minggu (15/5). Wisatahati Training mengadakan Training “Kaya Lewat Jalan Tol”. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dibuka oleh Denty Kusumawardani dan Ilham Ramdoni. Sebelum memulai materi utama disampaikan oleh Dr. Deddi Nordiawan. Peserta diminta membuat lingkaran untuk saling memperkenalkan diri , antusiasme peserta terlihat dari senyum mereka. Lebih dari 50 peserta terlihat menghadiri training tersebut.

Setelah masing-masing peserta saling berkenalan dan menunggu acara dimulai. Peserta mengaji bersama QS. Al- Mulk yang dipandu oleh Ustadz Yusuf Mansur melalui video.
Kehadiran Dr. Deddi Nordiawan selaku Direktur Wisatahati, menandakan bahwa acara utama akan segera dimulai. Dalam sesi awal training, Dr. Deddi meminta para peserta dibagi beberapa kelompok dan masing-masing kelompok untuk berdiskusi mengenai definisi tentang “kaya” lalu dituliskan di atas kertas. Masing-masing perwakilan kelompok mempresentasikan definis tentang “kaya”.
Di Sesi berikut Dr. Deddi Nordiawan mulai menjelaskan kisah “Empat Istri dalam Kehidupan Dunia” yang terdapat dalam buku Ustadz Yusuf Mansur yang berjudul Kaya Lewat Jalan Tol. Lalu apa yang dimaksud dengan empat istri dalam kehidupan?

“ Empat Istri adalah sebuah analogi. Disebut “istri” karena hal tersebut sangat diinginkan oleh setiap manusia, layaknya seorang laki-laki mengharapkan seorang perempuan menjadi istrinya. Empat hal tersebut adalah amal sholeh, jasad, keluarga, dan harta kekayaan,” tutur beliau.
Acara selanjutnya, masing-masing peserta diminta untuk menuliskan segala hajat yang diinginkan lalu menuliskan di atas kertas. Setelah mereka selesai menulis, peserta diminta membentuk kelompok berpasangan. Lalu kemudian satu sama lain saling mendoakan hajat-hajatnya.
“Kita harus berdoa, mendoakan, dan minta didoakan. Kita tidak pernah tahu, mungkin yang mendoakan kita adalah orang yang sholeh yang doanya makbrur,” ungkap Dr. Deddi Nordiawan.
Tak jarang dari kita yang berpikir bila arti kaya, harus memiliki rumah yang mewah, mobil yang mewah, dan segala materi apapun. Lalu bagaimana bila arti kaya , itu bukan sekadar memiliki, tetapi kebutuhan kita.

“Misalnya, ketika kita berada di sebuah wilayah. Di sana kita tidak punya sanak-saudara. Namun, Alhamdulilah teman lama kita mempersilakan kita menginap di rumahnya. Kita tidak memiliki rumah tersebut. Namun, kita menikmati manfaat rumah tersebut. Ini juga disebut “kaya” karena kebutuhan kita akan tempat tinggal terpenuhi,” jelas Dr. Deddi.
Sering kali kita berpikir bila menjadi kaya, segala hal-hal yang harus dimiliki, salah satunya materi yang berhubungan dengan kesenangan duniawi saja.
“Kita seringkali terjebak pada pola pikir “harus memiliki”. Padahal, hakikatnya rezeki bukanlah yang kita miliki, tetapi yang kita nikmati dan terpenuhinya urusan apapun ke Allah SWT,” sambungnya.
Di ujung acara, Training “Kaya Lewat Jalan Tol” ditutup doa bersama dipandu oleh Dr. Deddi Nordiawan dan berfoto bersama.
Leave a Reply