Doa yang Sering Diucapkan Rasulullah SAW

Doa adalah ibadah yang sangat agung yang tidak boleh ditujukan selain kepada Allah SWT. Berdoa merupakan cermin dari rasa tunduk dan rendah diri serta ketidakberdayaan kepada yang Maha kuasa Allah SWT. Berdoa merupakan simbol penghambaan, sarana untuk merasakan kerendahan diri kita sebagai manusia yang lemah dan tidak ada daya apapun di hadapan Allah SWT.

Di dalam doa ada pujian kepada Allah, ada permohonan yang tulus dari lubuk hati yang terdalam dan ada perasaan yang terfokus pada kemurahan Allah SWT. Nabi Muhammad SAW bersabda “Doa adalah inti dari suatu ibadah” (HR. Tirmidzi).

Berdoa meminta kebahagiaan, ketenangan, dilimpahkan rezeki yang halal, kesehatan serta selamat dunia dan akhirat, itulah sebagian kecil dari doa-doa yang mungkin sering kita ucapkan kepada Allah. Siapa yang tidak ingin mendapatkan kebaikan, kenikmatan, kehidupan yanng menyenangkan, dan dijauhkan dari siksa api neraka? Pastinya setiap dari kita memiliki doa-doa yang rutin dibaca dan yang paling sering kita ucapakan dihadapan Allah SWT.

Bahkan Rasulullah SAW pun mempunyai doa yang paling beliau sukai dan sering diucapkan. Berikut ini doa tersebut.

Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, menceritakan upaya untuk bisa meraih kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, sangat menjadi perhatian serius dalam doa Rasulullah SAW. Doa ini pun menjadi doa yang sering beliau SAW ucapkan.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Dari Anas Radhiyallahu anhu, ia berkata: Doa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling sering diucapkan yakni: “Ya Allah, Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat Muslim, doa tersebut berbunyi:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Pengertian kebaikan dunia mencakup seluruh yang dibutuhkan manusia di dunia, sehingga dengannya ia akan menjadi baik. Misalnya, kesehatan, rezeki yang halal, tempat tinggal yang nyaman, istri shalihah, anak-anak yang shalih dan shalihah, ketenangan, dan lain-lain.

Sedangkan kebaikan di akhirat, menurut Ibnu Katsir Rahimahullah yaitu: “Kebaikan di akhirat yang tertinggi ialah berhasil masuk surga dan menikmati kondisi-kondisi yang menyertainya, seperti perasaan aman dari katakutan yang paling dahsyat di ‘arashat, dimudahkan proses hisab (perhitungan amalan), dan lain-lain yang merupakan kejadian-kejadian yang menyenangkan di akhirat kelak”.

Doa yang mulia itu ditutup dengan permohon agar terlindung dari siksa neraka. Maknanya, harapan untuk memperoleh kemudahan dalam menjauhi faktor-faktor datangnya siksaan, dengan menjauhi larangan, dosa, dan syubhat-syubhat. Anas bin Malik Radhiyallahu anhu kemudian menjadikan doa tersebut sebagai doa wajib tiap kali memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Untuk lebih mengetahui betapa penting doa di atas, Imam Muslim Rahimahullah (Shahih Muslim) telah meriwayatkan, pernah terjadi peristiwa, Rasulullah SAW mengunjungi seseorang yang sedang sakit. Kondisi orang yang sakit ini sudah sangat mengenaskan. Lalu Rasulullah pun menanyakan asal-muasal kejadian: “Apakah engkau berdoa atau meminta sesuatu kepada Allah (sebelumnya)?”.

Lelaki itu menjawab:”Ya, sebelumnya aku berkata, ‘Ya Allah, hukuman yang akan engkau timpakan kepadaku di akhirat, segerakanlah atas diriku di dunia ini”. Maka Rasulullah SAW berkata: “Subhanallah, engkau tidak akan sanggup memikulnya. Mengapa engakau tidak berdoa:

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Begitu juga, kejadian menarik pernah dialami Anas bin Malik. Sahabat mulia ini diminta untuk mendoakan orang-orang yang mendatanginya. Lantas beliau berdoa:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَاْحَمْنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Ya Allah, ampunilah kami, kasihilah kami rahmat. Berikan kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa nereka).

Mereka meminta doa yang lain. Maka Anas bin Malik Radhiyallahu anhu memanjatkan doa yang sama, kemudian berkata: “Seandainya kalian telah dianugerahi ini, sesungguh kalia telah dianugerahi kebaikan dunia dan akhirat” (Shahih al-Adabil- Mufrad).

Mari kita meneladani Rasulullah SAW dalam segala hal, beliau adalah suri teladan yang baik. Meminta kebaikan dan doa-doa terbaik pada Allah SWT. Semoga Allah memberikan kita kebahagiaan serta keselamatan dunia dan akhirat. Aamiin.

Sumber: ummi-online

sumber gambar:

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*