Mengenang Syeikh Wahbah “Ulama Kontemporer Dunia”

 

Syekh Prof . DR. Wahbah Az Zuhaili atau yang lebih dikenal dengan Syekh Wahbah, sering berkunjung ke Indonesia. Beliau merupakan salah satu ulama Sunni terkemuka abad ini. Ia juga termasuk anggota Dewan Pakar Komite Fikih di sejumlah negara seperti Arab Saudi, India, Amerika, dan Sudan. Ia juga didaulat sebagai Ketua Jurusan Fikih Islam Universitas Damaskus.

Syekh Wahbah seorang cerdik cendikia (Alim Allamah) yang menguasai berbagai disiplin ilmu (Mutafannin). Seorang ulama fikih kontemporer peringkat dunia, pemikiran fikihnya menyebar ke seluruh dunia Islam melalui kitab-kitab fikihnya. Beliau dilahirkan di desa Dir ‘Athiah Utara Damaskus, Syiria pada tahun 1932 M. Dari pasangan Mustafa dan Fatimah binti Mustafa Sa’dah. Ayah beliau berpofesi sebagai pedagang sekaligus seorang petani.

Beliau mulai belajar Alquran dan sekolah Ibtidaiyah di kampungnya dan setelah menyelesaikan sekolah di Damaskus pada tahun 1946, beliau melanjutkan pendidikan kuliah di Syar’iyah dan selesai pada 1952. Ketika pindah ke Kairo, beliau mengikuti kuliah di beberapa fakultas secara bersamaan, yaitu di Fakultas Syari’ah, Fakultas Bahasa Arab di Universitas Al Azhar dan Fakultas Hukum Universitas ‘Ain Syams.

Pada tahun 1956, Syekh Wahbah memperoleh ijazah sarjana syariah di Al-Azhar dan ijazah takhassus pengajar bahasa Arab di Al-Azhar. Kemudian memperoleh ijazah Licence (Lc) bidang hukum di Universitas ‘Ain Syams pada tahun 1957 M , Magister Syariah dari fakultas Hukum Universitas Kairo tahun 1959 M dan Doktor pada tahun 1963 M. Gelar Doktor di bidang hukum (Syariat Islam) beliau memperoleh dengan predikat summa cum laude (Martabatus Syarof Al-Ula) dengan disertasi berjudul “Atsarul Harbi Fil Fiqhil Islami, Dirosah Muqoronah Bainal Madzahib Ats- Tsamaniyah Wal Qonun Ad-Dauli Al-Am” (Beberpa pengaruh perang dalam fiqih Islam, Kajian perbandingan antara delapan madzhab dan undang-undangan internasional).

Sungguh catatan prestasi yang sangat cemerlang. Satu catatan penting bahwa, Syekh Wahbah Az Zuhaili senantiasa menduduki ranking teratas pada semua jenjang pendidikannya. Ini semua menunjukkan ketekunan beliau dalam belajar. Karir akademis setelah memperoleh gelar Doktor, pekerjaan pertama Syekh Wahbah sebagai staf pengajar pada fakultas syariah, Universitas Damaskus pada tahun 1963 M, kemudian menjadi asisten dosen pada 1969 M dan menjadi profesor pada tahun 1975 M.

Sebagai guru besar ia menjadi dosen tamu di sejumlah Universitas di negara-negara Arab, seperti pada fakultas Syariah dan Hukum serta fakultas Adab Pascasarjana Universitas Benghazi, Libya, pada Universitas Khurtum, Universitas Ummu Darman, Universitas Afrika yang ketiganya berada di Sudan. Beliau juga pernah mengajar pada Universitas Emirat Arab. Selain itu beliau juga menghadiri berbagai seminar internasional dan mempresentasikan makalah dalam berbagai forum ilmiah di negara-negara Arab termasuk di Malaysia dan Indonesia. Ia juga menjadi anggota tim redaksi berbagai jurnal dan majalah, dan staf ahli pada berbagai lembaga riset fikih dan peradaban Islam di Siria Yordania, Arab Saudi, India, dan Amerika.

Syekh Wahbah juga termasuk dari 500 figur Muslim yang berpengaruh di dunia. Sejumalah penghargaan dunia internasional telah ia raih. Pada tahun 2008, pemerintah Malaysia menghadiahkan penghargaan sebagai sosok Muslim paling utama kepada Syekh Wahbah.

Sebagaimana diketahui, Syekh Wahbah adalah seorang ulama yang produktif menulis, ia juga mengarang lebih dari 200 kitab. Mulai dari buku yang terdiri dari 16 jilid, sampai artikel-artikel melebihi 500 buah.

Salah satu bukunya yang banyak dikenal di Indonesia adalah: Al-Figh Al Islami Wa Adillatuhu dan Tafsir Al- Munir adalah kitab fikih kontemporer yang sangat penting dalam pengkajian fikih komparatif. Buku ini untuk pertama kalinya dicetak oleh Dar al-Fikr di Damaskus pada tahun 1984 tertdiri dari 9 jilid besar.

Beliau menutup usia pada 8 Agustus 2015 sore waktu setempat, tepat diusia 83 tahun. Kabar berita ini disampaikan langsung oleh media Palestineps.com, yang beromisili di Damaskuks Suriah. Berita duka tersebut memicu kesedihan publik Damaskus dan Negara Timur Tengah.

Sumber: dari berbagai berita online

Sumber gambar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*