Beberapa Hal yang Harus Diketahui untuk Memperkuat Iman

Keimanan seseorang bagaikan grafik yang bisa naik dan turun seiring waktu. Bisa saja dalam satu kondisi keimanannya begitu tinggi, namun ketika ditimpa ujian dari Allah SWT bisa saja imannya goyah. Bahkan tidak hanya dalam situasi kesedihan saja yang mampu menggoyahkan iman dalam situasi kebahagiaan pun bisa menjadi ujian keimanan seseorang.

Terlebih bagi manusia yang imannya masih lemah, maka tidak mungkin mereka akan cepat berubah seperti membalikkan telapak tangan. Kemudian mereka jauh dari ajaran Islam bahkan rela berpaling dari Allah SWT. Na’udzubillahi min dzalik.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.” (QS. Ali Imran ayat 102).

Begitulah perintah Allah kepada hamba-Nya agar selalu bertakwa kepadanya. Sebagai umat Muslim sudah seharusnya kita mencari tahu cara yang tepat untuk meningkatan kekuatan iman. Selain memperteguh diri sendiri, cara ini juga bisa mempengaruhi orang di sekitar untuk melakukan hal serupa. Berikut ini cara untuk meningkatkan kekuatan iman yang patut kita ketahui.

1. Memperbanyak Baca Alquran dan Merenungi Maknanya. Hal pertama yang harus dilakukan oleh kaum muslim untuk meningkatan kekutan imannya yaitu dengan memperbanyak membaca Alquran serta merenungi maknanya. Ayat-ayat di dalam Alquran memiliki target yang luas dan spesifik sesuai kebutuhan masinng-masing orang yang sedang mencari atau memuliakan Rabbnya.

Sebagian ayat Alquran mampu menggetarkan hari seseorang yang sedang mencari kemuliaan Allah. selain itu Alquran mampu membuat menangis orang yang berdosa dan membuat ketenangan hati.

“Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayat dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS. Shaad: 28)

“Dan kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian.” (QS. Al-Israa :82).

2. Mulailah mempelajari 99 Asma’ul Husna. Ternyata mempelajari Asmaul Husna (Nama-nama Allah yang indah) bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kekuatan iman. Apabila seseorang memahami sifat Allah yang Maha Mendengar, Maha Melihat, dan Maha Mengetahui, maka ia akan ia menahan lidahnya, anggota tubuhnya, dan gerakan hatinya dari apapun yang tidak disukai Allah SWT.

Tidak hanya itu, bila orang tersebut memahami sifat Allah yang Maha Indah, Maha Agung, dan Maha Perkasa, maka semakin besarlah keinginannya untuk bertemu Allah di hari akhirat sehingga ia pun secara cermat memenuhi berbagai persyaratan yang diminta Allah untuk bisa bertemu dengan-Nya (yaitu dengan memperbanyak amal ibadah).

Sifat Allah yang Maha Santun, Maha Halus, dan Maha Penyabar, maka ia pun merasa malu ketika ia marah, dan hidupnya merasa tenang karena tahu bahwa ia dijaga oleh Tuhannya secara lembut dan sabar. Dengan memahami Asmaul Husna tersebut maka akan berdampak baik pada peningkatan keimann yang kita miliki.

3. Mempelajari Sirah Nabawiyah. Rasulullah SAW merupakan teladan kebaikan bagi seluruh manusia. Oleh karena itu, dengan memahami perilaku, keagungan, dan perjuangan Rasulullah SAW akan menumbuhkan rasa cinta kita terhadap beliau. Dengan demikian akan berkembanglah keinginan untuk mencontoh semua perilaku beliau serta mematuhi pesan-pesan selaku utusan Allah SWT.

Seorang sabahat r.a mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya, “Wahai Rasul Allah, kapan tibanya akhirat?.” Rasulullah SAW balik bertanya: “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari akhirat?.” Si sahabat menjawab: “Wahai Rasulullah, aku telah sholat, puasa, dan bersedekah selama ini, tetap saja rasanya semua itu belum cukup. Namun didalam hati aku sangat mencintai dirimu, ya Rasulullah.” Rasulullah SAW menjawab: “InsyaAllah, di akhirat kelak engkau akan bersama orang yang engkau cintai.” (HR Muslim).

4. Mempelajari Nilai-Nilai Agama Islam. Sebagai kaum Muslim sudah semestinya tidak berhenti untuk terus belajar. Agar keimanan dalam hati terus meningkat maka giatlah dalam mempelajari nilai-nilai agama Islam. Salah satu caranya dengan merenungkan syariat Islam, hukum-hukumnya, akhlak yang diajarkan, perintah, dan larangannya. Hal tersebut akan menimbulkan kekaguman terhadap kesempurnaan ajaran agama Islam.

Tidak ada agama lain yang memiliki aturan dan etika yang demikian rincinya seperti Islam, di mana untuk makan dan ke WC pun ada adabnya, untuk aspek hukum dan ekonomi ada aturannya.

5. Mempelajari Kehidupan para Sahabat Rasulullah SAW, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in. Selain mempelajari dan meneladani kehidupan Rasulullah, kita juga harus mempelajari kehidupan dari sahabat beliau. Mereka merupakan generasi terbaik dari Islam yang memiliki kadar keimanan diibaratkan sebesar gunung Uhud. Sedangkan manusia pada zaman sekarang ini diibaratkan kadar keimananya tak lebih dari sebutir debu dari gunung uhud tersebut.

Dikisahkan Umar r.a. pernah memuntahkan makanan yang sudah masuk ke perutnya ketika ia mengetahui bahwa makanan yang diberiak kepadanya kurang halal sumbernya. Sejarah lain menceritakan tentang lumrahnya seorang tabi’in mengkhatamkan Quran dalam satu kali salatnya.

Ada pula ceita tentang seorang sholeh yang lebih dari 40 tahun hidupnya berturut-turut tidak pernah salat wajib sendiri kecuali berjamaah di Masjid. Atau seorang sholeh yang menangis karena lupa mengucap doa ketika masuk Masjid.

Lewat cerita-cerita teladan dari sahabat Rasulullah inilah yang bisa menggetarkan hati kaum muslimin yang sedang berusaha meningkatkan kadar keimanan dalam hatinya.

6. Merenungi Tanda-Tanda Kebesaran Allah yang Ada di Alam (Ma’rifatullah). Menjadi suatu hal yang sangat penting untuk meningkatkan keimanan seseorang selanjutnya. Dengan merenungi tanda kebesaran Allah maka akan menghindarkan diri untuk memiliki sikap sombong.

Sebab ia tentu akan menyadari bahwa hanya Allah lah yang memiliki kekuatan luar biasa untuk menciptakan alam yang sempurna ini. Selain renuangan tentang penciptaan alam, renungkan jugalah rahasia dan mukjizat dari Alquran. Meskipun diturunkan secara bertahap akan tetapi Alquran memiliki mukjizat yang sangat luar biasa.

Kata tunggal yaum disebut sebanyak 365 kali, sebanyak jumlah hari pada satu tahun syamsiyyah (masehi). Kata jamak hari disebut sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan. Sedang kata Syahrun (bulan) dalam Alquran disebut sebanyak 12 kali sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun. Kata Saa’ah (jam) disebutkan sebanyak 24 kali sama dengan jumlah jam sehari semalam. Dan semua kata-kata itu tersebar di 114 surat dan 6666 ayat dan ratusan ribu kata yang tersusun indah.

Dengan menyakini segala kebesaran Allah tersebut maka akan membuat diri kita merasa kecil di hadapan-Nya. Selain itu, juga akan menambah kekaguman dan cinta serta keimanan kita terhadap pencipta alam semesta ini.

7. Berusaha Keras Melakukan Amal Perbuatan yang Baik Secara Ikhlas. Untuk meningkatkan keimanan adalah dengan berusah keras dalam melakukan amal perbuatan yang baik secara ikhlas. Amalan kebaikan tersebut dapat dimulai dari hati, kemudian diungkapkan dengan lidah dan dipraktekkan lewat anggota tubuh.

Perbanyaklah melakukan amalan hati dan selalu jaga kesucian hati yang kita miliki, sebab di sinilah bermuara sikap dan sifat baik serta buruk seseorang. Amalan lisan juga tidak kalah pentingnya, perbanyaklah dzikir, membaca Alquran, dan mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan. Imbangi juga dengan melaksanakan amalan anggota tubuh yakni dengan perbanyak sedekah, dan salat berjamaah di masjid.
Oleh karena itu, sebagai kaum muslim kita harus senantiasa bertanya kepada diri sendiri mengenai tingkat keimanan yang dimiliki. Apabila sudah merasa mulai berkurang, maka bersegeralah untuk memohon ampun kepada Allah dan lakukan ketujuh cara di atas. Agar Allah SWT senantiasa memberikan hidayah-Nya kepada kita semua.

sumber: dari berita online

sumber gambar

1 Comment on Beberapa Hal yang Harus Diketahui untuk Memperkuat Iman

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*