Membangun Indonesia dengan Alquran

“Siapa yang ingin menjadi penghafal Quran?” tanya Ustadz Yusuf Mansur membuka Kajian Islam Bulanan Istiqlal (KIBI). Seketika itu juga, semua jamaah yang hadir di Masjid Istiqlal, Ahad (24/1) langsung mengacungkan tangan. Membangun Indonesia dengan Alquran, itulah yang menjadi tema KIBI bulan ini.

Usia menurut pandangan Alquran terbagi menjadi tiga usia biologis, usia kronologis dan usia yang berkah. Usia yang paling baik adalah usia berkah karena diisi dengan amal sholeh, senantisa memperbaiki akhlak dari waktu ke waktu untuk menjadi hamba yang semakin dekat dengan Allah.

Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan, ketika kita mempunyai masalah harus tetap bersyukur. “Kepompong kalau mau jadi kupu-kupu yang indah perlu proses, kalau kita gunting ujung-ujungnya jadi gak? Makanya biarin aja dia berjuang sendiri,” kata Ustadz Yusuf Mansur.

Maka, ketika mempunyai masalah jangan buru-buru minta diselesaikan oleh Allah. Sabar saja sampai selesai, ibarat kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu yang indah. “Ucapkan Alhamdulilah, karena kelak akan jadi pelajaran berharga di hari mendatang. Jadilah manusia yang menerima, karena muslim itu accepting,” katanya.

Ketika masalah tak kunjung selesai. Biarlah terus perbaiki diri, banyak baca Alquran. Di momen inilah Allah rindu bacaan Quran kita, karena dengan adanya masalah, kita jadi banyak membaca Alquran. Saat itu juga Ustadz Yusuf Mansur bertanya, “Kenapa saya harus menghafal Alquran?”

“Karena besok di akhirat para penghafal Quran akan ngaji bersama rasulullah. Semakin banyak yang kita hafal maka semakin lama juga kita berdekatan dengan Rasul, Allah, dan malaikat-malaikatNya. Terlebih lagi jika semua keluarga kita jadi penghafal maka kita jadi penyimak ngaji keluarga kita sendiri dan artinya kita semakin berlama-lama berdekatan dengan Allah, rasulNya dan malaikatNya,” jelasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*