Matematika Kehidupan
“Tidak akan berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah, bertambah dan bertambah.”(H.R. At-Tirmidzi).
Kata matematika pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Lalu apa yang ada dipikiran Anda ketika mendengar kata matematika kehidupan?
Matematika kehidupan tidak sekadar logika berhitung biasa. Inilah matematika amal shaleh yang isinya ada matematika sedekah, matematika jodoh, matematika haji, dan matematika halal haram.
“Begitu banyak kejadian atau fenomena keimanan yang terjadi yang dapat dijadikan metodologi sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan,” kata Ustadz Yusuf Mansur. Untuk memahami hal tersebut maka kita harus mempelajarinya, salah satunya dengan matematika kehidupan.
Dalam surat Al-Baqarah ayat 245 dijelaskan bahwa Allah lah yang menyempitkan dan melapangkan rezeki seseorang. Salah satu cara untuk melapangkan rezeki adalah dengan bersedekah.
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak, dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepadaNyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah: 245).
Kalau kita yakin dengan kekuatan Allah, maka Allah sendiri yang akan membereskan masalah kita karena setiap masalah yang ada pada diri kita solusinya adalah sedekah.
Bagaimana sedekah bisa menjadi solusi permasalahan hidup?
Bagaimana matematika Allah?
Semua tentang matematika kehidupan akan dibahas secara mendalam dalam training “Matematika Kehidupan” yang isnyaAllah akan dilaksanakan pada Ahad (14/3) di Wisatahati Center, Jalan KH M Yusuf Raya No.18A-B, Sukamajaya, Depok.