Ada pepatah yang mengatakan “Kasih anak sepanjang galah, kasih ibu sepanjang masa.” Hal ini menunjukkan, sosok ibu yang penuh kasih sayang menjaga anak-anaknya serta keluarganya. Betapa besarnya peran seorang ibu dalam mengasihi dan mendidik anak-anaknya. Bahkan, bila dibandingkan dengan peran sosok ayah sebagai kepala keluarga, peran ibu jauh lebih besar dalam mendidik anak-anaknya. Seorang ibu memiliki keutamaan untuk kita taati dan kita limpahi kebajikan, tiga kali besar daripada seorang bapak.
Hal ini juga ditegaskan Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya yang berasal dari pertanyaan seorang sahabat. “Ya Rasul, siapakah orang yang aku hormati di dunia ini.” Rasul menjawab, “Ibumu.” Kemudian dia bertanya lagi, “Lalu Siapa?” Rasul menjawab, “Ibumu.” “Kemudian lagi, ya Rasul,” Tanya orang itu. “Rasul menjawab, “Ibumu.” Lalu, laki-laki itu bertanya lagi. “Kemudian, setelah itu siapa, ya Rasul?” “Bapakmu,” jawab Rasulullah.
Hadist di atas menegaskan betapa pentingnya bagi setiap anak memberikan rasa hormat dan patuh kepada kedua orangtuanya, terutama sosok ibu. Sebab, kasih sayang yang diberikan seorang ibu, melebihi sayangnya terhadap yang lain.
Bahkan disaat anaknya sakit, sosok ibu senantiasa terjaga. Dengan rajinnya, ibu akan memberikan obat, menyuapkan makanan, dan ketika anaknya lagi dirundung masalah sosok ibu akan selalu mendoakan anaknya. Semua itu dilakukannya tanpa kenal rasa lelah dan tanpa pamrih.
Di dalam buku Ustadaz Yusuf Mansur berjudul “Doa”, dijelaskan betapa doa peran seorang ibu berperan disetiap langkah-langkah anak-anaknya. “Persoalan seberat apapun, doa ibu dahsyat sekali. Minta doa dari ibu dan minta maaf atas segala kesalahan,” kata Ustadz Yusuf Mansur.
Betapa besarnya peranan orangtua. Demikian juga dengan sosok ibu. Ibu telah mengandung kita selama sembilan bulan. Setelah itu mengasuh dan menyusui hingga berusia sekitar dua tahun.
Bahkan sosok ibu yang mendidik dan mengajari anak-anaknya membaca dan menulis sewaktu belum sekolah. Sekaligus mengajari bagaimana cara makan yang benar dan senantiasa membimbing anak-anaknya untuk menjadi orang yang sukses.
Tanpa kenal waktu, lelah, dan capek, sosok ibu akan meluangkan waktunya untuk menyayangi dan mengasihi anak-anaknya. Pernahkah kita melihat dan mendengar seorang ibu mengeluh tentang perannya menjadi ibu?.
Mungkin banyak diantara kita yang beranggapan berbakti dan menghormati ibu sejatinya bisa dilakukan kapan saja. Tidak perlu menunggu hingga kita dewasa, mapan, atau menunggu ibu menjadi tua dan renta terlebih dahulu karena tidak ada yang tahu, apakah kita masih memiliki kesempatan untuk melakukan hal tersebut.
Sumber: Republika.co.id
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, Rahmat dan Lindungan kepada orang tua saya. Aamiin.