Kita ini aneh.
Mau dunia-Nya, tapi ga mau deket sama Yang Punya Dunia.
Dikasih tahu caranya mendekati dunia, sama Yang Punya Dunia, malahan ga percaya. Yang Punya Dunia datang, ke langit
Dunia-Nya, mendekati para pencari dunia, lalu menawarkan dunia, juga ampunan dan rahmat-Nya, tapi kita ngga mau menyambut-Nya.
Setelah datang pagi, ketika pemilik aslinya balik ke ‘Arsy-Nya, malah bertebaran sibuk mencari dunia.
-Ust Yusuf Mansur-
Mencari dunia itu mudah, selama kita tahu caranya. Lalu bagaimana caranya? Yaitu dengan mendekati yang punya dunia. Siapa dia? Dialah Allah.
Dengan cara apa kita mendekat? Dengan membenahi sikap kita ke Allah.
Pendekkan waktu tidur
Biasakan bangun malam lalu melaksanakan salat tahajud dua rakaat. Dalam Alquran surat Isra ayat 79 juga dijelaskan keutamaan salat tahajud:
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Ustadz Yusuf Mansur juga mengatakan, jika salah satu amalan hebat di pagi hari yaitu tahajud. “Amalan hebat di pagi hari, sebelum datang pagi, adalah tahajud. Jika tahajud menjadi pakaian, Allahu Akbar, kawan-kawan akan jadi orang hebat, dunia akhirat,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Ustadz Yusuf Mansur juga mengatakan, saat tahajud, kita minta apa yang kita inginkan. Diperkenankan. Bukan dilarang. Malahan disuruh. Bahkan kalau kita minta ampunan, juga akan diberikan. Minta keridhaan-Nya, akan diberikan. Sedangkan ampunan dan keridhaan, lebih dari segala yang ada di langit dan bumi-Nya.
Salat Dhuha
Apa yang bisa kita lakukan untuk menjemput rezeki kita? Salah satunya bisa dilakukan dengan salat dhuha. Jangan hanya dua rakaat saja, tambahkan terus, insyaAllah gak akan rugi.
“Jangan lupakan Allah. Sebab semuanya tergantung dan bergantung Allah. Pas manjet, untuk ngejar rizki yang di langit, yang di atas, emangnya ga bisa jatuh? Kan bisa jatuh. Karena itu perlu Allah,” ungkap Ustadz Yusuf Mansur.
Selalu datang di awal waktu
Ketika kita mempunyai janji dengan orang penting apa yang kita lakukan?
Sebagian dari kita pasti akan mempersiapkan segala sesuatunya dengan sempurna. Pakaian rapi, wangi, bahkan kalau bisa datang sebelum jam janjian tiba. Tapi ketika akan bertemu dengan Allah, seringkali kita lalai. Pakaian seadanya, datang di akhir waktu, bahkan kita seolah-olah tidak betah karena terburu-buru.
Allah pasti akan senang ketika kita selalu datang menyambutnya, selalu datang ketika Dia datang, insyaAllah. Jangan sampai kita menjadi manusia yang punya telinga tapi tidak mendengar, punya mata tapi tidak melihat, punya hati tapi tidak merasa, Allah kita abaikan begitu saja.
Leave a Reply