Pada Ahad (7/2), di lantai 5 Al Ikhlas Building, Pesantren Tahfidz Daarul Quran, 41 orang hadir untuk mengikuti Training Quantum Business. Training ini diselenggarakan oleh Wisatahati Training. Sekitar pukul 13.30 WIB, training ini resmi dimulai.
Training diawali dengan makan siang bersama. Setelah itu, peserta diajak untuk bersama-sama membaca buku Quantum karya Ustadz Yusuf Mansur secara skimming. Hal ini dilakukan agar peserta setidaknya mengenal konsep quantum seperti yang diajarkan Ustadz Yusuf Mansur. Selama lima menit, peserta tampak khusyuk membolak-balik halaman per halaman buku Quantum.

Di aula nyaman nan sejuk itu, peserta diajak untuk “bermain” puzzle. Puzzle ini berisi kisah Lukman yang sebenarnya merupakan kisah pribadi Ustadz Yusuf Mansur. Dipandu oleh fasilitator Wisatahati Training, Ilham Ramdoni, games yang dimainkan secara berkelompok ini benar-benar mengundang antusiasme peserta sekaligus pemanasan sebelum mendapatkan materi “serius” dari Direktur Wisatahati Business School, Dr. Deddi Nordiawan. Beliau membawakan materi yang berjudul “Membangun Business Value”.
“Value yang tepat membuat pasar bekerja untuk kita.” tutur Dr. Deddi yang mengenakan batik hitam dibalut senyum yang tersemat di sepanjang materi dibawakan. “Sebagai contoh seperti ini. Apa bedanya minum kopi di Starbucks dan di warung kopi pinggir jalan? Mereka sama-sama menjual kopi. Namun, ada value lain yang dijual Starbucks, yang membuat orang rela membayar empat puluh ribu per gelas kopi: gengsi. Baru juga sampai Starbucks, orang akan langsung check in Path ‘at Starbucks’. Padahal, pesen kopi aja belum.” papar Dr. Deddi yang disambut gelak tawa peserta.

Dr. Deddi juga menjelaskan, kesalahan menentukan value akan membuat kita salah berjualan. “Sebagai contoh maskapai Garuda. Akan menjadi sebuah kesalahan apabila Garuda membuka stand pameran di ITC, misalnya. Di sana, Garuda tidak bertemu dengan konsumen potensialnya.”
Adzan Ashar pun berkumandang. Peserta diajak untuk bergegas meninggalkan ruangan dan pergi menuju Masjid Nabawi—sebuah masjid yang kokoh berdiri di Pesanten Daarul Quran. Bersama para santri dan walisantri yang sedang berkunjung, peserta memadati Masjid Nabawi yang pembangunannya sedang dalam proses tersebut.

Usai shalat Ashar, para jamaah tetap diam di tempat mendengarkan ceramah dari Ustadz Yusuf Mansur. Ustadz menjelaskan cara menghafal Al Quran berserta nomor ayat dan halamannya. “Jadi, kita tidak hanya hafal Al Quran secara berurut. Kalau ditanya ‘Coba sebutkan ayat ke-16 Q.S. An-Naba’, pasti kita bingung. Untuk bisa menjawabnya, kita harus baca dulu dari ayat pertama. Lalu bagaimana cara menghafalnya? Caranya adalah, kita harus menyebutkan nomor ayatnya saat kita menghafal ayat tersebut. Misal: Satu ‘amma yatasaa aluun. Kata “satu”-nya itu harus diucapkan sehingga besok-besok kita tahu bahwa ayat pertama itu berbunyi ‘amma yatasaa aluun. Begitu juga dengan ayat kedua, ketiga, dan seterusnya.”
Ustadz Yusuf Mansur pun mengajak para santri Daarul Quran untuk mempraktikkan cara ini. Para santri diajak untuk menghafal Q.S. An-Naba ayat 1—8 secara acak, beserta nomor ayat dan artinya. Pemandangan ini membuat para walisantri dan peserta training berdecak kagum. Beberapa walisantri bahkan kedapatan mengabadikan momen ini melalui ponsel pribadinya.

Setelah sesi “Games Tebak Ayat Quran” ala Ustadz Yusuf Mansur, peserta training diajak untuk mendekat ke dekat mimbar tempat Ustadz Yusuf Mansur berdiri. “Kepada peserta training, harap maju sini. Mendekat. Santrinya mundur, ya. Pesertanya maju.” perintah Sang Ustadz.
Usai bertukar tempat antara santri dan peserta, Ustadz memberikan materi yang bertajuk “Hiduplah Bersama Allah.” Peserta tampak serius mengikuti sesi ini. “Hiduplah bersama Allah. Korbanin deh tuh mata. Tidurlah jam setengah sembilan malam untuk bangun jam tiga. Saya lihat ini matanya masih pada bagus-bagus. Coba dah jajal bangun jam tiga pagi, korbanin matanya.”

“Bener deh. Allah itu bener-bener bisa diajak ngomong kapan aja dan di mana aja. Beda sama manusia. Kalau ngeluh sama manusia, yang ada ente malu. Sama Allah mah nggak.” papar Ustadz Yusuf Mansur.
Setelah mendengar materi dari Ustadz Yusuf Mansur, peserta dipersilakan berfoto bersama Ustadz. Raut kebahagiaan terpancar dari wajah mereka. Peserta pun diminta untuk kembali ke ruangan di Al Ikhlas Building untuk mengikuti acara penutupan.
Salah satu peserta, Siti Laily Agustina, mengaku senang mengikuti Training Quantum Business ini. “Training QB bukan hanya mengajarkan tentang bagaimana meroketkan bisnis, tetapi lebih dari itu. Dan ini tidak didapat dari training-training bisnis lainnya. Bisnis itu bukan bagaimana kita membesarkannya, tapi bagaimana kita mau membersamai Allah setiap waktu, maka bisnis dengan sendirinya akan meroket. Hiduplah bersama Pemilik Jagat dan tunggu apa yang akan terjadi.”
Leave a Reply