The Winner ala Budi Harta Winata

????????????????????????????????????

Budi Harta Winata, salah satu pembicara di Start-Up Camp yang juga pemilik dari perusahaan konstruksi baja PT Artha Mas Graha Andalan ternyata memiliki kisah hidup yang sangat menarik untuk kita simak.

Pria berusia 39 tahun ini lahir dan besar di Banyuwangi, Jawa Timur. Di usianya yang menginjak 11 tahun atau kelas lima SD, mereka sekeluarga harus pindah ke Palopo, Sulawesi Selatan.

IMG20160131102757
Budi Harta Winata saat menjadi pembicara di Start-Up Camp.

Budi merupakan lulusan STM jurusan mesin. Di Palopo menjadi pelaut sangat populer, oleh karena itu, dia ingin jadi pelaut, namun belum tahu jalannya. Akhirnya dia memutuskan ikut sang kakak ke Jakarta dan tinggal di rumah kos di Cilincing, Jakarta Utara.

Setamat dari STM, Budi mulai mempelajari teknik desain konstruksi, mendirikan usaha las keliling, sampai menjadi bos konstruksi baja ternama. Perusahaannya ikut menangani berbagai proyek, mulai dari pintu tol sampai stasiun kereta.

????????????????????????????????????
“Lakukan doa berulang-ulang” Salah satu pesan Budi Harta Winata.

Bisnis tidak selamanya berbicara tentang uang, hal itulah yang menjadi prinsip Budi. Bahkan, kalimat “Utamakan Salat dan Keselamatan Kerja” menjadi kalimat wajib di perusahaannya. Budi biasanya memberikan waktu istirahat kepada karyawannya 15 menit sebelum azan, saat itu juga mesin-mesin dimatikan.

Budi sadar, dengan menghentikan kegiatan pabrik konstruksi baja, ada potensi kerugian. Dia menyebut, bila mesin distop selama 15 menit, bisa rugi sampai Rp 25 juta. Namun baginya, itu bukanlah persoalan. Malah dia menjadikan nilai kerugian itu sebagai keuntungan nanti di akhirat.

Satu hal yang paling penting dan tidak pernah Budi lupakan adalah doa. Doa menjadi salah satu kekuatannya, dia tidak segan-segan meminta sesuatu yang bagi sebagian orang tidak mungkin.

????????????????????????????????????
Budi bersama istri dan Dr. Deddi Nordiawan.

“Saya pengin kerja jadi kontraktor, gak mau saya kerja kayak gini, pengen ngelebarin pabrik, saya doanya berulang-ulang hanya kepada Allah,” ungkap Budi.

Setelah memiliki karyawan, dia berdoa lagi agar memiliki workshop seluas 500 meter persegi, 1000 meter persegi hingga akhirnya, kini memiliki hampir 20.000 meter persegi.

“Lakukan doa berulang-ulang, kalau kalian mau sesuatu dan tidak terwujud jangan menyalahkan siapa-siapa, karena mungkin kalian tidak pernah berdoa dan minta pada Allah,”

“Orang yang sukses itu orang yang jujur. Jadi kenapa tiap orang punya rezeki yang berbeda-beda? Kuncinya adalah sudah berapa banyak kita berguna bagi orang orang lain. Kalau kita berguna untuk satu orang, maka rezeki kita cuma untuk satu orang. Tapi kalau kita berguna bagi 1.000 orang, rezeki kita juga sebesar 1.000 orang,” tutupnya.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*