Apa yang kita lakukan ketika menginginkan sesuatu? Jawabannya adalah doa. Doa menjadi salah satu cara kita berkomunikasi dengan Allah pemilik semesta alam. Umumnya, doa dipanjatkan ketika kita selesai salat fardhu maupun sunnah. Namun, tahukah kalian jika doa-doa yang dipanjatkan ketika bulan ramadhan sangat mustajab. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tarmidzi dikatakan:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
”Ada tiga golongan yang doa mereka tidak ditolak: (1) orang yang berpuasa hingga ia berbuka, (2) imam yang adil dan (3) doa orang yang dizalimi.” (HR Tirmidzi 3522)
Dari hadist di atas terlihat jelas jika doa orang-orang yang sedang berpuasa tidak akan tertolak, apalagi jika dilakukan di waktu-waktu ini:
1. Waktu sahur
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari, no. 1145 dan Muslim, no. 758).
Ibnu Hajar juga menjelaskan hadits di atas dengan berkata. “Doa dan istighfar di waktu sahur mudah dikabulkan.” (Fath Al-Bari, 3: 32).
Leave a Reply