Istighfar Setiap Hari

Istighfar merupakan hal penting namun demikian banyak diremehkan orang pada masa ini, banyak orang menganggap istighfar hanya buang-buang waktu saja. padahal Rasulullah yang sudah dijamin Allah masuk surga tak kurang beristighfar sebanyak 100 kali dalam sehari. Umumnya, bacaan istighar yang berbunyi Astahgfirullah atau lengkapnya Astaghfirullahhaladhim di baca seusai shalat ketika berzikir, ketika melakukan sebuah kesalahan, ketika melupakan sesuatu, ataupun ketika mengalami sesuatu yang buruk.

مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Allah memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka (HR. Ahmad dari Ibnu Abbas dan sanadnya dinilai sahih oleh al-Hakim serta Ahmad Syakir).

Dan bacaan istighfar yang paling sempurna adalah penghulu istighfar (sayyidul istighfar) sebagaimana yang terdapat dalam shohih Al Bukhari dari Syaddad bin Aus radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, Penghulu istighfar adalah apabila engkau mengucapkan:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtani wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbi, faghfirliy fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta [Ya Allah! Engkau adalah Rabbku, tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau]. (HR. Bukhari no. 6306).
Berikut manfaat dahsyat dibalik rajin membaca Istighfar:

Dapat meninggikan derajat seseorang di akhirat. Sebuah hadis menceritakan tentang seseorang yang mendapatkan derajat tinggi di akhirat karena lafad Istighar yang dibacakan oleh sang anak kepadanya. Hal ini menunjukkan betapa kuat doa anak pada orang tua.

Menjadi sebaik-baiknya orang yang bersalah. Lafad istighar menunjukkan seseorang menyadari bahwa dirinya tidak pernah luput dari kesalahan. Karena itu, membaca istighfar merupakan sebuah bentuk introspekasi diri untuk menjadi diri yang lebih baik lagi.

Dapat mengampuni segala dosa sehingga membebaskan seseorang dari azab. Allah akan mengampuni dosa-dosa orang yang tak henti-hentinya bertaubat dengan membaca istighfar. Meskipun orang tersebut terus berbuat dosa, lafad istighfar akan mengembalikan dirinya pada fitrahnya yang suci. Dengan demikian, dirinya akan terbebas dari azab di akhirat.

Ternyata bacaan istighfar dapat membantu kita menjalani segala kesusahan hidup. Hal ini sesuai dengan hadiz Nabi yang menyatakan bahwa seseorang yang senantiasa beristighfar akan mendapat anugerah kegembiraan dari Allah.

Ustadz Yusuf Mansur juga pernah berkata istighfar bisa dilakukan kapanpun. “Sambil jalan kemana aja dan beraktifitas, coba deh. Baca 100 istighfar. Dan 100 shalawat kirim ke Nabi. Mudah-mudahan dapat Cintanya Allah dan cintanya Nabi,” kata Ustadz Yusuf Mansur.

Selain itu, istighfar juga baik dilakukan sebagai “pengasah” dalam amalan-amalan kita. “Bingung soal rizki? Istighfar aja. Sedekah aja. Istighfarnya jangan sedikit. Sedekahnya jangan sedikit. Jangan juga sesekali. Rutinin. Amal apa aja kayak ngasah golok. Kayak ngasah pisau. Harus sering-sering diasahnya. Supaya tajem. Amal-amal kita itu suka ga tajem. Sebab jarang ngelakuinnya,” ungkap Ustadz Yusuf Mansur.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*