Namanya Ahmad Jamil. Pria kelahiran Tangerang, 40 tahun yang lalu ini awalnya adalah guru ngaji biasa. Pada tahun 2003, saat Ustadz Jameel masih aktif di Dewan Dakwah Tangerang, ia berkenalan dengan Ustadz Yusuf Mansur. Baru pada tahun 2004, ia secara kaffah bergabung dengan PPPA Daarul Quran.
Saat ini, Ustadz Jameel menjabat sebagai Ketua 1 Daarul Qur’an (Pendidikan & Dakwah), Ketua Yayasan Daarul Qur’an Indonesia, Dirut PT Al Amin Mulia Lestari (Daqu Travel), Komisaris PT Weha Institute.
Di tengah kesibukannya mengurus Daarul Quran, ia juga aktif berdakwah dan menulis. Ustadz Jameel mengaku menyukai tulisan dengan tema-tema “Great Moments”.
“Saya senang mengajak orang untuk lebih merapat ke Allah. Tema utama saya “Great Moments”, dengan ini saya coba kenalkan ketenangan, keindahan hidup dan kesejahteraan dengan mengoptimalkan kesempatan-kesempatan yang sudah Allah anugerahkan kepada kita untuk meraih ridho, cinta, kasih sayang dan pertolonganNya,” ungkapnya.
Selain tema “Great Moments”, Ustadz Jameel juga suka dengan kajian siroh. Ia mengatakan, dengan belajar siroh, kita bisa bercermin dan termotivasi dengan para pengukir sejarah di masa lampau.
“Dengan siroh, kita bisa belajar tentang banyak hal; tentang keyakinan, persaudaraan, pertemanan, kesetiaan, jiwa sosial, tentang mimpi, jiwa ksatria juga tentang harmonisasi hidup. Pengalaman dan cerita seseorang bisa jadi guru terbaik buat kita, “Experience is The Best Teacher”, dan pengalaman itu tidak mesti kita yang mengalami,” jelas ayah dari Kaafy Gumayyel Haavezh dan Aufaa Muhammad Al Haafizh.
Ustadz Jameel selalu menanamkan kepada santri-santrinya untuk melibatkan Allah kapan dan di mana pun. “Di zaman penuh fitnah ini, tidak ada cara lain kecuali kita merapat kepada yang memiliki dunia dengan segala isinya. Pelajaran akhlaqul karimah juga selalu menjadi tema dengan segala variannya. Saya senang sekali mengajak mereka membangun dan meraih mimpi, bahkan saya bilang, kalau santri hidup tanpa mimpi dan cita-cita lebih baik ditakbirin empat kali, artinya, ngapain juga hidup lebih baik disalat jenazahkan,” ungkapnya sambil tertawa.
Di waktu luangnya, Ustadz Jameel mengaku suka memotret, berpetualang dan melukis kaligrafi di atas kanvas. Selain itu, ia juga sering mengisi seminar, workshop dan selebihnya ia habiskan dengan berkumpul bersama keluarga tercinta.
Almamater:
- MTs Darul Ulum Tangerang
- KMI (Kulliyyatul Mu’allimin al Islamiyyah)
- Darussalam Gontor Ponorogo
- ISID (Institut Studi Islam Darussalam)
- Gontor Ponorogo fakultas Syariah (Perbandingan Madzhab)
- Magister Ilmu Tafsir di Institut PTIQ Jakarta
Jabatan
- Ketua 1 Daarul Qur’an (Pendidikan & Dakwah)
- Ketua Yayasan Daarul Qur’an Indonesia
- Dirut PT Al Amin Mulia Lestari (DaquTravel)
- Komisaris PT Weha Institute
Nama Istri: Yenny Khairani, S.Ag
Anak: Kaafy Gumayyel Haavezh & Aufaa Muhammad Al Haafizh
Sumber gambar
subhanallah, Barakallah ustadz