Beberapa Tips Pola Hidup Sehat ala Nabi Muhammad SAW

Berbagai aktivitas dan pola kehidupan Rasulullah SAW memang sudah dirancang oleh Allah SWT sebagai contoh teladan yang baik bagi umatnya. Teladan ini mencakup berbagai aspek kehidupan, di antaranya dalam hal pola makan yang bermuara pada kesehatan tubuh .

Kesehatan merupakan aset kekayaan yang tak ternilai harganya. Ketika nikmat kesehatan dicabut oleh Allah SWT, maka manusia rela mencari pengobatan dengan biaya yang mahal bahkan ke tempat yang jauh sekalipun. Hanya sedikit orang yang peduli dan mau memelihara nikmat kesehatan yang Allah SWT berikan.

Setiap orang pasti ingin sehat. Namun, tak semua orang tahu bahwa kesehatan itu berpangkal pada pola makan sehari-hari. Padahal Rasulullah SAW telah memberikan pola makan yang sehat. Berikut ini macam-macam pola hidup sehat yang dilakukan Rasulullah SAW.

1. Di pagi hari, Rasulullah SAW menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Organ tubuh tersebut merupakan organ yang sangat berperan untuk mengonsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses makan akan menjadi terganggu.

2. Di pagi hari, Rasulullah SAW, membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampurkan dengan sesendok madu asli, khasiatnya sungguh luar biasa. Di dalam Alquran dijelasakan bahwa madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Pada dasarnya, bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir, dan peradangan.

3. Masuk waktu Dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah SAW senantiasa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’ (matang). Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.

Hal ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi mencoba meracuni Rasulullah dengan menaruhkan racun dalam makanannya, pada saat percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun yang tertelan oleh Rasulullah SAW kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Salah seorang sahabat Rasulullah, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah SAW selamat dari racun tersebut.

4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuku dan minyak zaitun. Selain itu, Rasulullah juga mengonsumsi makanan pokok seperti roti. Manfatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol, dan melancarkan pencernaan. Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun berfungsi untuk mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Rasulullah SAW bersabda: “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi” (Diriwayatkan oleh Muhmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubir, dan diriwiyatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari Abdullah bin Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.).

5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah SAW selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof. Dr. Musthofa, di Mesir deudanya mirip dengan Sabbath dan ba’dunis. Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran secara umum. Sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.

6. Setelah makan malam Rasulullah SAW tidak langsung tidur. Beliau malah beraktivitas terlebih dahulu supaya makan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Bisa juga dengan cara melakukan sholat.

7. Disamping menu wajib di atas, ada beberapa makanan yang disukai Rasulullah tetapi tidak rutin mengonsumsinya. Diantaranya, tsarid yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu air, yang terbuktu bisa mencegah penyakit gula. Kemudian, beliau juga senang makan buah anggur dan hilbah (susu).

“Nabi SAW memakan qitsa dengan kurma (yang baru masak)”. (Diriwayatkan oleh Isma’il bin Musa al Farazi, dari Ibrahim bin Sa’id dari ayahnya yang bersumber dari Abdullah bin Ja’far r.a.).

Qitsa adalah sejenis buah-buah yang mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis) “Sesungguhnya Nabi SAW memakan semangka dengnan kurma (yang baru masak)” (Diriwayatkan oleh Ubadah bin ‘Abdullah al Khaza’i al Bashri, dari Mu’awiyah bin Hisyam,dari Sufyan, dari Hisyam bin ‘Urwah, dari bapaknya, yang bersumber dari ‘Aisyah r.a.).

8. Rasulullah pun melakukan berbagai jenis olahraga yang menunjukkan bahwa tubuh beliau tidak hanya sehat tetapi juga kuat. Beliau pernah berlomba lari, bertandingan gulat, dan juga memanah.

Rasulullah bersabda: “Ketahuilah bahwa yang dimaksud kekuatan itu adalah memanah, beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim). Di dalam hadits lain juga dijelaskan: “Kamu harus belajar memanah, karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani).

9. Rasulullah SAW cepat tidur dan cepat bangun. Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itu yang melatari beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun di 1/3 malam untuk sholat tahajud . istirahat yang cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.

10. Pola makan Rasulullah SAW ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytem (Irama biologis).

Sumber: daulahislam.com

sumber gambar:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*