Tidak hanya aktivitas biasa, dalam Islam ketika akan tidur pun ada adabnya. Apa saja adab yang harus dilakukan ketika akan tidur? simak pembahasannya berikut.
- Berwudu
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ
“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).
- Meletakkan tangan kanan di bawah pipi kanan
Rasulullah bersabda: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.”
(HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)
Selain itu, di hadis lain juga dijelaskan mengenai hal ini.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350)
- Membaca tasbih, tahmid dan takbir
Bertasbih 33 kali, bertahmid 33 kali dan bertakbir 34 kali
- Membaca surat pendek
Meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.
Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata,
“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas).
Kemudian beliau mengusapkan ke dua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)”
- Tidur di sebelah kanan manghadap kiblat
Tidur dengan posisi ke kanan sangat dianjurkan dalam Islam. Selain karena memang didianjurkan, tidur menghadap ke kanan juga mempunyai manfaat bagi kesehatan, terutama kesehatan jantung.
- Hindari tidur dalam posisi tengkurap
Tidur dengan posisi telungkup atau tengkurap sangat tidak dianjurkan karena posisi tersebut sangat dimurkai Allah. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih).
- Membaca ayat kursi
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata, “Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi“.
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu syetan“. (HR. Bukhari no. 3275).
- Membaca surat Al Mulk dan As Sajdah
Rasulullah SAW tidak tidur kecuali beliau membaca surat Alif lam miim (As-Sajdah) dan Tabarokalladzi biyadihil Mulk (Shahih lighairihi, HR Tirmidzi (2898), Ahmad (23/26), Al-Hakim (2/446).
- Membaca doa tidur
Membaca do’a sebelum tidur “Bismika allahumma amuutu wa ahyaa”.
- Tidur lebih awal
Hindari begadang jika tidak ada kepentingan atau hal yang bermanfaat. Diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568).
Leave a Reply