Banyak orang merasa tidak bahagia. Entah karena pikiran, beban pekerjaan bahkan gaya hidup yang tidak sehat. Padahal, bahagia itu ada ketika kita tahu cara mensyukurinya. Tidak sulit merasa bahagia, berikut ini adalah beberapa cara agar kita bisa merasakan kebahagiaan tersebut.
Pertama, berolahraga. Memiliki tubuh yang sehat menjadi investasi awal agar kebahagiaan kita semakin terasa. Menggerakkan badan dan berolahraga sekitar 10 menit per hari sudah cukup untuk merilis endorfin alias hormon kebahagiaan. Kebiasaan baik ini juga berguna menurunkan kortisol atau hormon stres dalam tubuh kita.
Kedua, banyak tertawa. Tertawa adalah penguat suasana hati yang paling instan. Tertawa girang selama 10 menit dapat memiliki efek yang sama dengan berolahraga beberapa waktu.
Ketiga, nikmati alam bebas. Bagi kita yang tinggal di kota-kota besar. Menikmati alam bebas seraya menghirup udara segar dapat memberikan dorongan energi dan kebahagiaan instan. Sinar matahari, khususnya, meningkatkan produksi vitamin D yang baik untuk kesehatan tulang dan produksi serotonin.
Keempat, cukup tidur. Tidur 8 jam sehari menjadi syarat mutlak yang harus kita lakukan agar tubuh selalu fit, karena kurang tidur dapat membuat kita mudah lelah, lekas marah, dan kurang fokus. Kurang tidur juga berpotensi menyebabkan kita cemas, depresi, serta lebih rentan terhadap obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
Kelima, buat rencana. Membuat rencana memberi kita peluang untuk melihat ke depan serta meningkatkan harapan dan optimisme. Menetapkan satu tujuan yang menantang kemudian berusaha mencapainya bisa meningkatkan tingkat dopamin, neurotransmitter yang mengendalikan kesenangan di otak.
Keenam, membantu orang lain. Membantu orang lain seperti melibatkan diri dalam aksi relawan, komunitas amal, dan sebagainya bisa membuat kita merasa lebih baik. Selain rasa berkontribusi dan rasa memiliki, kegiatan itu juga dapat melepaskan oksitosin dan memunculkan emosi positif.
Ketujuh, bersyukur. Menuliskan tiga hal positif per hari berpotensi meningkatkan kebahagiaan hingga beberapa bulan. Rasa syukur menggeser fokus kita dari negatif ke positif karena otak hanya bisa aktif melihat sebagian kecil dari seluruh terpaan informasi yang ada.
Sumber: republika.co.id
Leave a Reply