Yang Luput Kita Syukuri

Pagi hari. Waktu yang sebenarnya harus kita isi dengan banyak bertasbih. Allah menspesialkan waktu pagi (dan petang) tentu bukan tanpa alasan. Pergantian malam menjadi siang, terjadi di waktu pagi. Bagi orang-orang yang memperhatikan, pergantian waktu ini menguak hikmah yang luar biasa.

Sesungguhnya agama itu mudah. Tidak ada seorangpun yang membebani dirinya di luar kemampuannya kecuali dia akan dikalahkan. Hendaklah kalian melakukan amal dengan sempurna (tanpa berlebihan dan menganggap remeh). Jika tidak mampu berbuat yang sempurna (ideal) maka lakukanlah yang mendekatinya. Perhatikanlah ada pahala di balik amal yang selalu kontinu. Lakukanlah ibadah (secara kontinu) di waktu pagi dan waktu setelah matahari tergelincir serta beberapa waktu di akhir malam.” (HR. Bukhari no. 39)

Allah itu Maha kuasa. Ia amat sangat kuasa, jika Ia berkehendak, membuat hari terus-menerus menjadi malam, tanpa berganti dengan sang siang. Ya. Hanya ada malam hingga hari akhir. Jika sudah begini, bukankah banyak proses alami yang terjadi di bumi menjadi kacau? Tumbuhan tentu butuh sinar matahari. Apa jadinya jika setiap hari adalah malam, tanpa ada setitik pun cahaya mentari?

Allah begitu baik. Tanpa kita pernah berdoa agar pagi selalu hadir, Allah hadirkan pagi untuk kita. Bukan sekadar pagi, tetapi pagi yang segar, lengkap dengan udara yang menyejukkan. Terhadap nikmat yang seperti ini, kita mungkin tidak pernah bersyukur. Syukur kita hari ini adalah jika kita menerima hal-hal yang berupa materi. Nikmatnya waktu pagi tidak masuk ke dalam daftar syukur kita.

Bersyukurlah untuk pagi yang selalu datang menyapa kita. Bersyukurlah, sebelum pagi benar-benar pergi atau mungkin kita yang meninggalkannya.

Baca juga:

Ketika Turun Hujan Lakukankah Amalan Berikut

Benahi Sikap Kita ke Allah

Jadi Muslim Muslimah yang Menyenangkan

2 Comments on Yang Luput Kita Syukuri

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*