Ramadhan Momentum Penguatan Sinyal Tawakal

oleh: Dr Deddi Nordiawan

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى الَّهِ فَهُوَ حَسْبُه

… Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
(Q.S. Ath-Thalaq: 3)

Ramadhan adalah kesempatan kita untuk connect dan mengenal Allah lebih baik lagi.

Ada sebuah istilah menggelitik, yakni puasa itu bukan hanya premium, tetapi juga solar. Maksudnya, puasa itu tidak hanya prei makan minum, tetapi juga solat dan lalar (mengaji Quran—bahasa Jawa). Bahkan, dengan tingkatan yang lebih tinggi, yang puasa bukan hanya perut kita, tetapi juga panca indera dan hati yang selalu terjaga.

Ketika kita sudah berhasil puasa pada tingkatan itu, di situlah kita akan menikmati indahnya connect Ibarat server, kita melakukan host to host dengan Allah. Selalu terkoneksi dengan Allah. Kalau sudah demikian kekuatan kita menjadi tidak terbatas.

Kita memang kecil, tetapi Allah Maha besar. Kekuatan kita bisa saja kecil, tetapi, dengan segala pertolongan yang Allah berikan, kekuatan kecil itu bisa membesar.

Hal ini bisa dilakukan hanya jika kita selalu terkoneksi dengan Allah. Dan sebaik-baik koneksi adalah melakukan berbagai ibadah—baik yang sunnah maupun wajib—disertai dengan doa yang tulus kepada-Nya.

Terkait doa, sebenarnya doa itu ajaib sekali. Doa yang kita lantunkan, selirih apapun akan selalu didengar Allah.

Meskipun dunia ini bising, doa kita tetap saja akan tetap terdengar. Bayangkan situasi seperti ini: kita berbisik tentang suatu hal dan berharap teman kita, yang berdiri lima meter di depan kita, bisa mendengarnya. Hampir tidak mungkin si teman tadi bisa mendengarnya secara sempurna.

Namun, Allah Yang Maha Mendengar mampu mendengar semua doa kita tanpa terdistorsi sedikit pun.

Akhirnya, seperti yang sudah disinggung pada ayat di atas, jadikanlah momentum Ramadhan ini sebagai momentum bertawakal pada Allah.

Segala urusan kita, biarlah Allah yang “mengurus”. Kita lakukan saja yang menjadi kewajiban-kewajiban kita: melakukan ibadah wajib dan sunnah serta berdoa secara istiqomah.

Hasil akhir sama sekali bukan urusan kita. Tidak perlu risau akan masa depan. Selama kita bertawakal, Allah menjanjikan akan mencukupkan keperluan kita.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*