Menghadapi Masalah Hutang- Piutang Dalam Islam

Setiap orang pasti pernah mengalami masa berhutang, apapun alasannya. Sungguh tidak mengenakkan memiliki banyak hutang. Bahkan Rasulullah SAW sendiri dalam banyak kesempatan berlindung kepada Allah SWT dari belitan hutang.

Hutang adalah tanggungan harta di pundak orang yang meminjam kepada pihak yang memberi pinjaman. Sebagai hak sesama hamba, hutang memiliki konskuensi yang berat di dunia dan akhirat. Jika seseorang yang memiliki hutang kepada orang lain, maka ia wajib membayar lunas hutang tersebut.

Seandainya seseorang yang memiliki hutang meninggal dunia, namun hutang-hutangnya belum dibayar secara lunas.  Maka hutang tersebut akan tetap menjadi tanggungan dirinya di alam kubur dan alam akhirat. Rasulullah SAW, bersabda: “Segala dosa diampuni atas diri orang yang mati syahid, kecuali hutang” (Imam Muslim).

Cara untuk melepaskan diri dari jeratan hutang apalagi yang sudah kronis tentu membutuhkan strategi khusus, agar kita benar-benar terlepas dari jeratan hutang. Dalam islam, ada cara-cara yang dapat ditempuh agar kita segera terlepas dari hutang-piutang yang berkepanjangan. Ketentuan sebagai berikut:

1. Sadar hutang kita

Saat berhutang, sadarlah bahwa hutang tersebut harus segera kita bayar sebelum ajal menjemput. Tentu hidup tidak akan terasa tenang bila kita memiliki banyak hutang. Semakin kita menyadari akan hutang, kita akan terpacu untuk segera melunasinya. Buatlah daftar hutang yang kita miliki agar kita bisa merencanakan untuk pelunasannya. Jangan malah pura-pura tidak tahu akan hutang sendiri.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadist dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, berkata: “Jika seorang laki-laki yang meninggal dan memiliki hutang dibawa kepada Rasulullah SAW. Rasulullah berkata: “Apakah ia meninggalkan harta yang bisa untuk melunasi hutangnya?”. Jika beliau diberitahu bahwa orang yang meninggal itu memiliki harta untuk melunasi hutang, maka beliau akan menyolatkan jenazah tersebut. Adapun jika beliau diberitahu bahwa orang yang meninggal itu tidak memiliki harta untuk melunasi hutangnya, maka Rasulullah, berkata: “Hendaklah kalian menyolatkan jenazah sahabat kalian ini”.

2. Berdoalah kepada Allah SWT

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah SAW berdoa”:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالجُبْنِ وَالبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Ya Allah,  aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kekikiran, belitan hutang dan penindasan orang” (HR. Bukhari).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*