Definisi Sukses dan Reflek Kebersyukuran

oleh: Dr Deddi Nordiawan

Apa definisi sukses bagi kita?

Sukses adalah ketika kita bisa selamat dunia dan akhirat. Sebagaimana tertuang dalam doa keselamatan yang berbunyi.

اَللّٰهُمَّ اِنَّانَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةًفِى الْجَسَدِوَزِيَادَةًفِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةًعِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةًبَعْدَالْمَوْتِ، اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ، وَنَجَاةًمِنَ النَّارِوَالْعَفْوَعِنْدَالْحِسَابِ

Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu akan keselamatan Agama dan sehat badan, dan tambahnya ilmu pengetahuan, dan keberkahan dalam rizki dan diampuni sebelum mati, dan mendapat rahmat waktu mati dan pengampunan sesudah mati. Ya Allah, mudahkan bagi kami waktu (sekarat) menghadapi mati, dan selamatkan dari siksa neraka, dan pengampunan waktu hisab.”
salaamatan fiddiin, selamat dalam agama, wa’aafiyatan filjhasad, sehat terus badan kita, wa ziyaadatan fil’ilmi, bertambah terus ilmu kita, wa barakatan firrizqi, rezeki bertambah, kemudian bertobat sebelum malaikat maut datang. Itulah sukses yang sebetulnya. Jangan sampai malaikat maut datang masih ada dosa.

Doa dia atas adalah doa standart minimal yang harus kita panjatkan sebelum kita berdoa meminta rumah, motor, mobil, minta uang, dll. Ini adalah basic, untuk menuju ke sana banyak godaan. Seberapa kuat mental kita.

Reflek Kebersyukuran

Salah satu yang saya dapati selama sepuluh hari terakhir adalah reflek kebersyukuran. Sudahkah kita memiliki reflek kebersyukuran?

Reflek kebersyukuran adalah apa-apa kita bersyukur. Apapun yang terjadi, nerima gaji alhamdulillah, jatuh alhamdulillah, lapang alhamdulillah, sempit alhamdulillah. Itulah reflek kebersyukuran, sudahkah kita mempunyai reflek kebersyukuran?

“Barang siapa bersyukur tidak akan berhenti nikmat Allah”. Itu merupakan rumus simpel. Jika saat ini kita berada di level nikmat itu makan dan minum, maka setiap makanan apapun bersyukur, setiap minuman apapun bersyukur. Pasti nanti naik karena sudah janji Allah akan ditambah nikmatnya.

Kita sudah bersyukur, bersyukur, bersyukur, lalu rusak karena kita kufur, bagaikan sebuah grafik yang naik turun. Hal itu berbahaya dan akan menjadi malapetaka bagi kita. Kami limpahkan kepadamu ketika kufur berupa kesusahan, musibah, azab yang pedih, ini merupakan rumus. Maka penting agar grafik kebersyukuran yang ada di diri kita tetap stabil. Berarti mutlak harus memiliki reflek kebersyukuran.

Mengapa kita tidak tidak bisa selalu bersyukur? Jawabannya karena kita bersyukur berdasarkan apa yang kita lihat, apa yang kita sentuh, apa yang dirasa oleh panca indera. Padahal, ada yang tidak bisa dirasa oleh panca indera. Contoh aliran darah, kita tidak bersyukur kepada darah kita yang mengalir setiap saat tidak berhenti. Kita tidak bersyukur karena kita tidak merasakan. Tapi ketika kita menerima makanan, kita berkata alhamdulillah, menerima hadiah bersyukur, atau kita dibonceng ke depan kita bilang “makasih ya” karena dirasakan oleh panca indera. Maka kita harus berpindah cara bersyukur kita, jangan hanya yang terlihat tapi sesuatu yang selalu ada dalam kondisi apapun di mana pun kita berada.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*