“Bisa Berdoa” adalah Kekayaan yang Sesungguhnya

 

awan

 

Jika kita sudah bersama Allah, itulah kekayaan sesungguhnya. Bisa dekat, bisa menyembah-Nya, bisa berdoa kepada-Nya, sungguh, benar-benar itu adalah kekayaan yang sesungguhnya.

Ya, buat saya, bisa berdoa saja sudah merupakan kekayaan. Apalagi bisa menyembah-Nya, bisa dekat
dengan-Nya, bisa bersama-Nya.

Untuk bisa berdoa, kita butuh waktu. Itu tandanya kita masih diberi-Nya hidup. Masih bisa bernafas. Masih diperkenankan-Nya berbuat kebaikan, yang namanya berdoa. Ini kan mahal banget. Cuma pada ga merasa. Fokusnya di pengabulan. Kok ga dikabul-kabul ya? Kok ga dijawab-jawab ya? Kok masih susah ya? Kok masih sulit ya? Padahal masih dikasih hidup aja kita ini udah harus bersyukur banget-banget. Apa jadinya kita jika Allah hentikan nafas kita? Sedang kebaikan belum banyak? Belum imbang dengan keburukan? Belum meminta ampun, belum bertaubat, belum memperbaiki diri dan ibadah?

Ketika berdoa, kita pastinya bernafas. Tidakkah kita lihat bahwa ini juga mahal. Sangat mahal!!! Berapa duit yang dibutuhkan untuk membangun, merawat, dan menjaga sistem pernafasan? Jika sudah terganggu sistem pernafasan, apa yang terjadi? Dan siapa yang sanggup menyelaraskan sistem pernafasan dengan sistem-sistem lain di tubuh kita? Kecuali Allah? Dengan cantiknya, Allah menggerakkan seluruh bagian di tubuh kita, hingga kita bisa bernafas. Semua bekerja dengan Perintah-Nya. Namun kita menganggapnya barang murah yang tak ada harga, hingga kemudian kita tidak
mensyukuri-Nya dengan berbuat baik dan meninggalkan yang buruk-buruk.

Ya, kita ini berbuat buruk juga sambil bernafas loh. Kita hidup dengan hadiah kehidupan dari-Nya. Namun, kita kemudian menyia-nyiakannya, bahkan merusaknya. Kita menghiasi hidup kita dengan maksiat dan keburukan. Pantaslah kita diberi-Nya kesusahan, kesulitan, yang bukan ujian melainkan azab, sebagai hukuman dari-Nya.

Di dunia ini, begitu banyak orang terbaring lemah, tanpa bisa menggerakkan satu inci pun dari bagian tubuhnya. Sementara sebagian kita, begitu leluasa menggerakkan badan kita dengan anggota-anggotanya. Sebagian yang lain, sebab terkena stroke, tidak bisa mengangkat tangannya, sehingga menggerakkan walau jari jemarinya, menjadi sesuatu yang mahal sekali.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*