Bilal bin Rabah Muazin Pertama yang Ditunjuk Rasulullah

Bilal bin Rabah merupakan orang pertama yang ditunjuk oleh Rasulullah SAW sebagai muazin atau orang yang mengumandangkan azan dalam sejarah Islam. Ia dulunya merupakan seorang budak berkulit hitam dari Habsyah (sekarang Ethiopia) .

Dahulu, orang-orang masih berpikir kalau orang kulit hitam adalah hewan bukan manusia, sehingga mereka diperlakukan semena-mena, begitu juga dengan Bilal, ia terus menerus disiksa oleh Umayyah bin Khalaf sebelum akhirnya dibebaskan oleh Abu Bakar Assydiq.

Dikisahkan ketika sedang bertransaksi, Umayyah berkata kepada Abu Bakar, “Sebenarnya, kalau engkau menawar sampai satu uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk menjualnya.”

Abu Bakar membalas, “Seandainya engkau memberi tawaran sampai seratus uqiyah-pun, maka aku tidak akan ragu untuk membelinya.”

Bilal dilahirkan dari seorang ibu bernama Hamamah, budak wanita yang tinggal di Mekah dan Ayahnya yang bernama Rabah. Bilal merupakan orang pertama yang memeluk Islam, berita perihal keislamannya ini membuat murka orang-orang kafir Mekah. Mereka menyiksa Bilal dengan siksaan yang berat. Namun, meskipun disiksa dengan begitu kejamnya, ia tetap mempertahankan keislamannya.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah berkata:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Rasulullah bersabda kepada Bilal setelah menunaikan shalat subuh, ‘Wahai Bilal, beritahukanlah kepadaku tentang perbuatan-perbuatanmu yang paling engkau harapkan manfaatnya dalam Islam! Karena sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara terompahmu di depanku di surga.’ Bilal radhiyallahu ‘anhu menjawab, ‘Tidak ada satu perbuatan pun yang pernah aku lakukan, yang lebih kuharapkan manfaatnya dalam Islam dibandingkan dengan (harapanku terhadap) perbuatanku yang senantiasa melakukan shalat (sunat) yang mampu aku lakukan setiap selesai bersuci (wudhu) dengan sempurna di waktu siang ataupun malam.’ (HR. Muslim).

Bilal wafat di Damaskus pada tahun 20 H. Saat itu ia berusia kurang lebih 60 tahun. Ketika ajal telah dekat, Bilal memanggil istrinya dan berkata, “Alangkah gembiranya aku, besok aku akan berjumpa dengan kekasihku, Rasulullah dan sahabatnya.

sumber: dari berbagai sumber

sumber gambar 

Baca juga:

Manfaat Gerakan Salat

Ini Alasan Mengapa Harus Salat Fardu Tepat Waktu

Menghadapi Masalah Hutang- Piutang Dalam Islam

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*